Wed. Dec 7th, 2022

Renungan Katolik 13 Juni 2022
Hari Senin Minggu Biasa XI
Pesta St Antonius dari Padua

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Matius 5:39

Ini adalah ajaran yang sulit untuk diterima!

Apakah Yesus benar-benar bermaksud demikian? Seringkali, ketika berada dalam situasi di mana seseorang berbuat salah atau menyakiti kita, kita dapat cenderung langsung merasionalisasi perikop Injil ini dan menganggapnya tidak berlaku untuk kita. Ya, itu adalah ajaran yang sulit untuk dipercaya dan bahkan lebih sulit untuk dijalani.

Apa artinya “memberikan pipi yang lain?” Pertama, kita harus melihat ini pada tingkat literal. Yesus benar-benar bersungguh-sungguh dengan apa yang Dia katakan. Dia adalah contoh sempurna untuk ini. Tidak hanya pipinya ditampar, Dia juga dipukuli secara brutal dan digantung di kayu salib. Dan tanggapan-Nya adalah, “Bapa, ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Karena itu, Yesus tidak memanggil kita untuk melakukan apa pun yang Dia sendiri tidak mau lakukan.

Memberi pipi yang lain tidak berarti bahwa kita perlu menutupi tindakan atau kata-kata kasar orang lain. Kita tidak boleh berpura-pura bahwa mereka tidak melakukan kesalahan apa pun. Yesus sendiri, dalam mengampuni dan meminta Bapa untuk mengampuni, mengakui ketidakadilan besar yang Ia terima di tangan orang-orang berdosa. Tetapi kuncinya adalah bahwa Dia tidak membiarkan diri-Nya terseret ke dalam kejahatan mereka.

Sering kali, ketika kita merasa seperti orang lain melemparkan lumpur ke arah kita, sehingga untuk berbicara, kita tergoda untuk melemparkannya kembali. Kita tergoda untuk melawan dan mendorong si penindas kembali. Tetapi kunci untuk mengatasi kedengkian dan kekejaman orang lain adalah dengan menolak untuk ditarik ke dalam lumpur. Memberi pipi yang lain adalah cara untuk mengatakan bahwa kita menolak merendahkan diri kita menjadi pertikaian atau pertengkaran yang bodoh. Kita menolak untuk terlibat irasionalitas ketika kita menghadapinya. Sebaliknya, kita memilih untuk membiarkan orang lain mengungkapkan kebencian mereka kepada diri mereka sendiri dan orang lain dengan menerima dan memaafkan secara damai.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa Yesus ingin kita terus-menerus hidup dalam hubungan yang kasar yang lebih dari yang bisa kita tangani. Tetapi itu berarti bahwa kita semua akan menghadapi ketidakadilan dari waktu ke waktu dan kita perlu menanganinya dengan belas kasihan dan pengampunan segera, dan tidak tertarik untuk membalas kejahatan demi kejahatan.

Renungkan, hari ini, pada hubungan apa pun yang sulit bagi kita. Terutama renungkan betapa siapnya kita untuk memaafkan dan memberikan pipi yang lain. Melakukan ini akan memberi kita kedamaian dan kebebasan yang kita cari dalam sebuah hubungan.

Tuhanku yang Maha Pengampun, bantulah aku untuk meneladani rahmat dan ampunan-Mu yang besar. Bantu diriku untuk memaafkan mereka yang telah menyakitiku dan bantu aku untuk bangkit dari ketidakadilan yang aku temui. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 12 Juni 2022- HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Renungan Harian Katolik 14 Juni 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7