Wed. Dec 7th, 2022

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
Yohanes 16:20

Kesedihan, duka, dan bahkan tangisan adalah bagian dari kehidupan. Anak-anak akan sering menangis pada kesulitan sekecil apa pun, tetapi kita semua menghadapi kesedihan sepanjang hidup.

Dalam perikop di atas, Yesus memberi tahu para Rasul-Nya bahwa tangisan dan ratapan akan menjadi bagian dari hidup mereka. Ini adalah pernyataan yang sangat bijaksana tetapi realistis dari pihak Tuhan kita. Ini adalah tindakan kasih, di pihak-Nya, untuk berada di depan para Rasul-Nya tentang kesulitan yang akan datang yang akan mereka hadapi.

Kabar baiknya adalah bahwa Yesus mengikuti pernyataan ini dengan berita yang penuh harapan bahwa “kesedihan mereka akan menjadi sukacita.” Ini adalah bagian terpenting dari apa yang Yesus katakan.

Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Yesus tidak menjanjikan kita bahwa hidup kita akan bebas dari kesulitan dan rasa sakit. Dia tidak memberitahu kita bahwa mengikuti Dia berarti bahwa semua akan mudah dalam hidup. Sebaliknya, Dia ingin kita tahu bahwa kita akan mengikuti jejak-Nya jika kita memilih untuk mengikuti-Nya. Dia menderita, dianiaya dan akhirnya dibunuh. Tetapi Dia pada akhirnya bangkit dari kematian, naik ke Surga dan mengubah semua kesedihan dan rasa sakit sebelumnya menjadi sarana keselamatan dunia.

Jika kita mengikuti jejak-Nya, kita perlu melihat setiap kesedihan dalam hidup kita sebagai sarana anugerah bagi banyak orang. Jika kita dapat menghadapi kerasnya hidup dengan iman dan harapan, pada akhirnya tidak ada yang akan membuat kita putus asa dan semuanya akan dapat digunakan untuk kemuliaan Tuhan dan akan menghasilkan sukacita yang besar.

Renungkan, hari ini, pada kata-kata Yesus ini. Ketahuilah bahwa Dia tidak hanya mengatakannya kepada para Rasul-Nya, tetapi juga kepada anda. Jangan tersinggung atau terkejut ketika hidup memberi anda beberapa kesulitan. Jangan putus asa ketika penderitaan diletakkan di hadapan anda. Serahkan segala sesuatu kepada Tuhan kita dan biarkan Dia mengubahnya menjadi sukacita yang Dia janjikan pada akhirnya.

Tuhan segala harapan, aku serahkan semua penderitaan dalam hidupku kepada-Mu. Kesedihan, kesulitan, penderitaan, dan kebingunganku, aku serahkan ke tangan-Mu. Aku percaya bahwa Engkau mahakuasa dan ingin mengubah segala sesuatu menjadi sarana kemuliaan-Mu. Beri aku harapan di saat putus asa dan percaya saat hidup sulit. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 25 Mei 2022

Renungan Harian Katolik 27 Mei 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7