Fri. Dec 2nd, 2022
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik, Jumat 28 Oktober 2022
Pesta Rasul Simon dan Yudas

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Lukas 6:12

Adalah hal yang menarik untuk memikirkan tentang Yesus yang berdoa sepanjang malam. Tindakan di pihak-Nya ini mengajari kita banyak hal sama seperti yang akan diajarkan kepada para Rasul-Nya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita ambil dari tindakan-Nya.

Pertama, mungkin dianggap bahwa Yesus tidak “perlu” berdoa. Bagaimanapun, Dia adalah Tuhan. Jadi apakah Dia perlu berdoa?

Doa adalah yang pertama dan terutama merupakan tindakan persekutuan yang mendalam dengan Tuhan. Dalam kasus Yesus, ini adalah tindakan persekutuan yang mendalam dengan Bapa di Surga dan dengan Roh Kudus. Yesus terus-menerus dalam persekutuan yang sempurna (kesatuan) dengan Bapa dan Roh Kudus dan, dengan demikian, doa-Nya tidak lebih dari ekspresi duniawi dari persekutuan ini. Doa-Nya adalah hidup dari kasih-Nya kepada Bapa dan Roh Kudus. Jadi, Dia tidak perlu berdoa agar Dia bisa tetap dekat dengan mereka. Sebaliknya, Dia berdoa karena Dia secara sempurna bersatu dengan mereka. Dan persekutuan yang sempurna ini menuntut ekspresi doa duniawi.

Kedua, fakta bahwa itu sepanjang malam mengungkapkan bahwa “perhentian” Yesus tidak lain adalah berada di hadirat Bapa. Sama seperti istirahat memulihkan kita dan meremajakan kita, demikian pula berjaga sepanjang malam Yesus mengungkapkan bahwa istirahat manusia-Nya adalah istirahat di hadirat Bapa.

Ketiga, apa yang harus kita ambil dari ini untuk hidup kita sendiri adalah bahwa doa tidak boleh diremehkan. Terlalu sering kita mengucapkan beberapa pemikiran doa kepada Tuhan dan membiarkannya begitu saja. Tetapi jika Yesus memilih untuk menghabiskan sepanjang malam dalam doa, kita tidak perlu heran jika Tuhan menginginkan lebih banyak dari saat teduh kita berdoa daripada yang sekarang kita berikan kepada-Nya. Jangan heran jika Tuhan memanggil kita untuk menghabiskan lebih banyak waktu setiap hari dalam doa. Jangan ragu untuk menetapkan pola doa yang ditetapkan. Dan jika kita menemukan bahwa diri kita tidak dapat tidur pada suatu malam, jangan ragu untuk bangun, berlutut, dan mencari hadirat Tuhan yang hidup di dalam jiwa kita. Carilah Dia, dengarkan Dia, bersama Dia dan biarkan Dia menguasaimu dalam doa. Yesus memberi kita contoh yang sempurna. Sekarang tanggung jawab kita untuk mengikuti contoh itu.

Saat kita menghormati Rasul Simon dan Yudas, renungkan, hari ini, atas panggilan kita sendiri untuk mengikuti Kristus dan bertindak sebagai rasul-Nya bagi dunia. Satu-satunya cara kita dapat memenuhi misi ini adalah melalui kehidupan doa. Renungkan kehidupan doa kita dan jangan ragu untuk memperdalam tekad kita untuk meniru kedalaman dan intensitas contoh sempurna doa Tuhan kita.

Tuhan Yesus, bantu aku untuk berdoa. Bantulah aku untuk mengikuti teladan doa-Mu dan untuk mencari hadirat Bapa dengan cara yang mendalam dan berkelanjutan. Tolonglah aku untuk masuk ke dalam persekutuan yang dalam dengan-Mu dan untuk dikuasai oleh Roh Kudus. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 27 Oktober 2022

Renungan Harian Katolik 29 Oktober 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7