St Anastasia

LINGKUNGAN SANTA ANASTASIA

Lingkungan St Anastasia memiliki KK sebanyak 60 dan terdapat Rumah Komunitas Suster ALMA.Diketuai oleh Ibu Maria Ana Susy Tjitrawati

Kegiatan lingkungan adalah melaksanakan Panca Tugas Gereja, dan tertulis pada Laporan Tahunan Lingkungan pada saat PLENO dan selalu diarsipkan.

Tidak ada kelompok kategorial di lingkungan St Anastasia.Warga lingkungan bergabung dalam kelompok kategorial di tingkat paroki atau bergabung dengan lingkungan lain, sebagai anggota/pengurus Legio Maria, WKRI, KTM, dan Meditasi Kristiani.Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan prinsip pelayanan, meneguhkan iman, membantu warga seiman/lintas agama, dan mengembangkan wawasan.

Kegiatan pastoral yang dilakukan di lingkungan ini adalah di bidang liturgi, pewartaan, pelayanan, dan paguyuban.Di bidang liturgi, misa lingkungan diadakan setiap bulan dengan intensi khusus, mengadakan ibadat sesuai dengan kalender liturgi (BKSN, Adven, Prapaskah), pada bulan tertentu mengadakan kegiatan devosi (Mei dan Oktober), serta membina koor lingkungan.

Di bidang pewartaan, lingkungan St.Anastasia mengikuti rekoleksi di lingkungan atau paroki, sosialisasi berbagai kegiatan yang diadakan Dewan Paroki, memberi kesempatan mengikuti pelatihan pemberi renungan, dan mengadakan ibadat sesuai kelender liturgi, serta memberi dukungan bagi warga yang akan menerima Sakramen Baptis, komuni pertama, krisma, dan orang sakit.

Di bidang pelayanan, lingkungan ini melakukan layanan administrasi di Balai Pengobatan, memberi bantuan / kunjungan saat warga atau keluarga warga mengalami sakit, meninggal dunia, atau sedang dalam kesulitan serta melakukan bakti sosial berupa kunjungan pada orang atau lembaga yang membutuhkan.

Partisipasi umat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pemerintahan adalah menjadi pengurus RW, RT, dan PKK.Umat juga berpartisipasi dengan ikut melakukan kunjungan atau memberi bantuan apabila ada warga RT yang sakit, meninggal, dll.

Kunjungan warga bersama Ketua Blok diperlukan untuk menjalin persaudaraan yang lebih erat di tingkat lingkungan.
Sementara di tingkat paroki, lingkungan ini berharap ada program kegiatan Dewan yang tidak sekedar kegiatan, melainkan memaknai tujuan kegiatan.Selain itu, diperlukan “pembinaan/pemeliharaan” hubungan baik dengan warga lingkungan mengingat aktivitas kerja warga yang tinggi.

Sumber : Buku Kenangan HUT 20 Paroki Tidar Malang