Fri. Dec 2nd, 2022
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik, 12 Oktober 2022
Hari Rabu Minggu Biasa XXVIII

Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”
Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”
Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
Lukas 11:44-46

Pertukaran yang menarik dan agak mengejutkan antara Yesus dan ahli hukum ini. Di sini, Yesus sangat menghukum orang-orang Farisi dan salah satu ahli hukum mencoba mengoreksi Yesus karena menghina. Dan apa yang Yesus lakukan? Dia tidak mundur atau meminta maaf karena telah menyinggung perasaannya; sebaliknya, Dia mengubah teguran keras-Nya kepada ahli hukum. Itu pasti mengejutkannya!

Yang menarik adalah bahwa ahli hukum menunjukkan bahwa Yesus “menghina” mereka. Dan dia menunjukkannya seolah-olah Yesus melakukan dosa dan membutuhkan teguran. Jadi, apakah Yesus menghina orang Farisi dan ahli hukum? Ya, dia mungkin. Apakah itu dosa di pihak Yesus? Tentu saja tidak. Yesus tidak berdosa.

Misteri yang kita hadapi di sini adalah bahwa terkadang kebenaran itu “menghina”, bisa dikatakan demikian. Itu menghina harga diri seseorang. Yang paling menarik adalah ketika seseorang dihina, mereka harus terlebih dahulu menyadari bahwa mereka dihina karena kesombongan mereka, bukan karena apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Bahkan jika seseorang terlalu keras, merasa terhina adalah hasil dari kesombongan. Jika seseorang benar-benar rendah hati, maka teguran sebenarnya akan disambut sebagai bentuk koreksi yang bermanfaat. Sayangnya, ahli hukum tampaknya tidak memiliki kerendahan hati yang diperlukan untuk membiarkan teguran Yesus meresap dan membebaskan dia dari dosanya.

Renungkan, hari ini, apakah kita cukup rendah hati untuk menerima koreksi dari orang lain. Jika seseorang menunjukkan dosa kita, apakah kita tersinggung? Atau apakah kita menganggapnya sebagai koreksi yang berguna dan membiarkannya membantu diri kita bertumbuh dalam kekudusan?

Tuhan yang paling rendah hati, tolong beri diriku kerendahan hati yang sejati. Bantu aku untuk tidak pernah tersinggung ketika dikoreksi oleh orang lain. Semoga diriku menerima koreksi orang lain sebagai rahmat untuk membantuku dalam perjalanan menuju kekudusan. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 11 Oktober 2022

Renungan Harian Katolik 13 Oktober 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7