Tue. Dec 6th, 2022

Gua Maria dan Taman Doa Regina Pacis

Gua Maria Regina Pacis diresmikan pada hari Jumat, 30 November 2007 oleh Bapak Uskup Malang Mgr.H.J.S.Pandoyoputro, O.Carm.

TRADISI ZIARAH

Ziarah, dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam dan sebagainya).Tradisi ziarah juga dikenal dalam Gereja Katolik, khususnya yang dilakukan umat Katolik dalam rangka devosi kepada Bunda Maria.

Ziarah sudah ada dalam tradisi bangsa Yahudi dengan melakukan ziarah ke Bukit Suci Yerusalem.
Kemudian tujuan ziarah dikembangkan ke Roma, yakni di makam Santo Petrus dan Santo Paulus.
Pada akhir abad pertengahan, tempat ziarah mulai marak dengan berkembangnya devosi kepada Bunda Maria, khususnya tempat penampakan Bunda Maria.

MISA ZIARAH DI PAROKI TIDAR

Misa ziarah di Paroki Tidar dimulai sejak Taman Doa menjadi tempat ziarah, yaitu sejak tanggal 30 November 2007.Gereja St.Andreas Tidar melestarikan tradisi ziarah ini dengan mengadakan misa ziarah pada Jumat ketiga setiap bulan, bertempat di Gua Maria Regina Pacis-Gereja St Andreas Tidar.

Setiap lingkungan mendapatkan tugas untuk melayani dalam misa ziarah tersebut secara bergantian.Masing-masing lingkungan mendapat porsi, untuk bagian misdinar, koor, lektor, dan kolektan.

Dengan misa ziarah, umat Katolik Gereja St.Andreas Tidarbisa mengungkapkan iman melalui penghormatan dan pujian kepada Bunda Maria di Gua Maria Regina Pacis.Selain bertujuan meningkatkan devosi kepada Bunda Maria, misa ziarah menjadi sarana untuk menggalang spiritualitas hidup rukun dan guyub sebagai sesama umat.Untuk itu, pada setiap akhir misa ziarah diadakan makan bersama yang menjadi sarana warga untuk saling mengakrabkan diri.Makanan sederhana disediakan oleh lingkungan secara bergantian.

BUNDA MARIA DAN BULAN ROSARIO

Devosi kepada Bunda Maria dilaksanakan pada bulan Mei (Bulan Maria) dan bulan Oktober (Bulan Rosario).Pada kedua bulan ini, tiap-tiap lingkungan secara bergantian berdoa rosario di Gua Maria Regina Pacis.

DOA ROSARIO SETIAP TANGGAL 13

Tradisi doa rosario setiap tanggal 13 berawal dari penampakan Bunda Maria di Fatima, sebuah kota kecil sebelah utara kota Lisbon di Portugal.
Pada tahun 1917, Bunda Maria menampakkan diri di Fatima kepada tiga orang anak gembala : Lucia dos Santos (10 tahun), Fransisco Marto (9 tahun), dan Jasinta Marto (7 tahun).Penampakan Bunda Maria didahului tiga penampakan malaikat setahun sebelumnya yang mempersiapkan anak-anak ini untuk penampakan Bunda Maria.Malaikat mengajarkan kepada anak-anak, yaitu dua doa penyilihan yang harus didoakan dengan hormat yang besar.

Pada penampakan terakhir di musim gugur 1916, melaikat memegang sebuah piala.Ke dalam piala itu meneteslah darah dari sebuah Hosti yang tergantung diatasnya.Malaikat memberi ketiga anak itu Hosti sebagai komuni pertama mereka dari piala itu.Anak-anak ini tidak menceriterakan penampakan tersebut kepada orang lain.Mereka melewatkan waktu yang lama dalam doa dan keheningan.

13 Mei 1917 : Silih demi Pertobatan Pendosa

Pada tanggal itu, ketika ketiga anak kecil tersebut sedang menggembalakan ternak di Cova da Iria, sebuah padang luas dekat desa mereka, mereka melihat kilatn cahaya dan muncul seorang wanita amat cantik dengan pakaian putih berkilauan sambil berkata :”Jangan takut.Aku tidak akan menyusahkan kalian.Aku datang dari Surga.Allah mengutus aku kepada kalian.Bersediakah kalian membawa setiap korban dan derita yang akan dikirim Allah kepada kalian sebagai silih atas banyak dosa, sebab besarlah penghinaan terhadap Yang Maha Kuasa – bagi pertobatan orang berdosa dan bagi pemulihan atas hujatan serta segala penghinaan lain yang dilontarkan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda ?”
Lucia mewakili ketiganya menjawab “Ya”.
Wanita itu kemudian meminta anak-anak itu untuk datang ke Corva setiap tanggal 13 selama enam bulan berturut-turut dan berdoa rosario setiap hari.

13 Juni 2017 :”Jangan Padam keberanianmu…”

Ketika Lucia, Fransisco, dan Jasinta perfi ke Cova, pada kesempatan itu Bunda Maria mengatakan bahwa ia akan segera membawa Jasinta dan Fransisco ke surga.Sedangkan Lucia diminta tetap tinggal untuk memulai devosi kepada Hati Maria yang Tak Bernoda.Ketika mengucapkan kata-kata ini, muncullah dari kedua tangan Bunda Maria, sebuah cahaya.Di telapak tangan kanannya, nampak sebuah Hati yang dilingkari duri, Hati Maria yang Tak Bernoda yang terhina oleh dosa manusia.

“Yesus ingin agar dunia memberikan penghormatan kepada Hatiku yang Tak Bernoda.Siapa yang mempraktikkannya, kujanjikan keselamatan.Jiwa-jiwa ini lebih disukai Tuhan, dan sebagai bunga-bunga, akan kubawa ke hadapan tahta-Nya.”

Selanjutnya Bunda Maria juga berpesan :”Janganlah padam keberanianmu.Aku tidak akan membiarkan kalian.Hatiku yang Tak Bernoda ini akan menjadi perlindungan dalam perjalananmu menuju Tuhan.”

13 Juli 1917 : Untuk didoakan di akhir Doa Rosario

Bunda Maria berpesan lagi pada tanggal 13 Juli 1917’”Berkurbanlah untuk orang berdosa.Tetapi bila kalian membawa persembahan, ucapkanlah seringkali doa ini : Ya Yesus, aku mempersembahkan karena cintaku kepada-Mu dan bagi pertobatan orang-orang berdosa serta bagi pemulihan atas segala penghinaan yang diderita Hati Maria yang Tak Bernoda.

Kemudian Bunda Maria memperlihatkan neraka yang sangat mengerikan.Begitu ngeri sampai anak-anak itu gemetar ketakutan.”Bila kelak, pada suatu malam, kalian melihat suatu terang tak dikenal, ketahuilah, bahwa itu “tanda” dari Tuhan untuk menghukum dunia, karena banyaklah kejahatan yang telah kalian lakukan.Akan terjadi peperangan, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja dan Bapa Suci.”

Selanjutnya, Bunda Maria berpesan,”Untuk menghindari itu, aku mohon, persembahkanlah Negara Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda, serta komuni pemulihan pada Sabtu Pertama setiap bulan.”
Bila kalian berdoa rosario, ucapkanlah pada akhir setiap peristiwa :”Ya Yesus yang Baik, ampunilah segala dosa kami, lindungilah kami dari api neraka, hantarkanlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa yang sangat memerlukan pertolongan-Mu.”

13 Agustus 1917 : Berdoalah dan Berkurbanlah bagi Orang Berdosa

Ketiga anak itu tidak bisa datang ke Cova karena mereka dibawa ke pengadilan oleh pemerintah setempat.Mereka diancam akan dimasukkan ke dalam minyak panas.Anak-anak dijebloskan ke dalam penjara selama 2 hari.Pada tanggal 19 Agustus, Bunda Maria menampakkan diri pada saat anak-anak ini sedang menggembalakan ternak mereka di Valihos dan berpesan,”Berdoalah, berdoalah, dan bawalah banyak korban bagi orang berdosa.Sebab betapa banyak orang yang masuk api neraka karena tidak ada yang berdoa dan berkorban bagi mereka.”

13 September 1917 : Pentingnya Doa dan Kurban

Bunda Maria mendesakkan lagi betapa pentingnya doa dan kurban.Ia juga berjanji akan datang bersama St.Yosef dan Kanak-Kanak Yesus pada bulan Oktober nanti.”Dalam bulan Oktober, aku akan membuat tanda yang menakjubkan, agar semua orang percaya.”

13 Oktober 1917 : Berdoalah Rosario Setiap Hari

Bersama anak-anak, sekitar 70.000 orang datang ke Cova untuk menyaksikan mukjizat yang dijanjikan Bunda Maria pada tanggal 13 September, bulan yang lalu.Pagi itu, hujan deras turun seperti dicurahkan dari langit.Ladang-ladang tergenang air dan semua orang basah kuyub.Menjelang siang, Lucia berteriak agar orang banyak menutup payung-payung mereka Bunda Maria datang.

Lucia mengulangi pertanyaannya pada penampakan terakhir ini :”Siapakah Engkau, dan apakah yang Engkau kehendaki daripadaku ?” Bunda Maria menjawab bahwa dialah Ratu Rosario dan ia ingin agar di tempat tersebut didirikan sebuah kapel untuk menghormatinya.Ia berpesan lagi untuk keenam kalinya, bahwa orang harus mulai doa rosario setiap hari.”Manusia harus memperbaiki kelakuannya, serta memohon ampun atas dosa-dosanya.” Kemudian dengan wajah sedih, Bunda Maria berbicara dengan suara mengiba,”Mereka tidak boleh lagi menghina Tuhan yang sudah begitu banyak kali dihinakan.”

Bunda Maria kemudian pergi ke pohon oak sebagai tanda penampakan terakhir.Awan hitam yang tadinya bagaikan gorden hitam menyingkir, memberi jalan matahari untuk bersinar.Kemudian matahari berputar, gemerlapan berwarna-warni, berhenti sejenak dan mulai berputar menuju bumi.Orang banyak jatuh, berlutut, dan memohon ampun.Sementara fenomena matahari itu berlangsung, ketiga anak itu melihat gambar Keluarga Kudus di langit.Di sebelah kanan tampak Ratu Rosario.Di sebelah kirinya Santo Yosef yang menggandeng tangan Kanak-Kanak Yesus dan membuat tanda salib tiga kali bagi umatnya.

Matahari meluncur seolah menimpa orang banyak, tiba-tiba berhenti dan naik kembali ke tempatnya semula di langit.Ribuan orang yang berkerumun di Cova itu menyadari bahwa pakaian mereka yang tadinya basah kuyub oleh hujan lebat, tiba-tiba menjadi kering.Demikian pula tanah yang becek dan berlumpur akibat hujan tiba-tiba menjadi kering.
Mukjizat matahari itu disaksikan oleh penduduk di Cova dan orang-orang disekitar wilayah itu sampai 30 mil.

Sumber : Buku Kenangan HUT 20 Paroki Tidar Malang