Renungan 24 Januari 2022

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.
Markus 3:28-29

Sekarang ini adalah pemikiran yang menakutkan. Biasanya ketika berbicara tentang dosa kita dengan cepat memusatkan perhatian pada belas kasihan Allah dan keinginan-Nya yang berlimpah untuk mengampuni. Tetapi dalam perikop ini kita memiliki sesuatu yang pada mulanya dapat tampak sangat bertentangan dengan kemurahan Tuhan. Benarkah beberapa dosa tidak akan diampuni oleh Tuhan? Jawabannya adalah ya dan tidak.

Perikop ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada dosa tertentu, dosa melawan Roh Kudus, yang tidak akan diampuni. Apa dosa ini ? Mengapa tidak diampuni ? Secara tradisional, dosa ini telah dilihat sebagai dosa ketidakberdayaan akhir, atau praduga. Ini adalah situasi di mana seseorang melakukan dosa berat dan kemudian gagal untuk memiliki kesedihan atas dosa itu atau hanya mengandaikan belas kasihan Tuhan tanpa benar-benar bertobat. Bagaimanapun, kurangnya kesedihan ini menutup pintu belas kasihan Tuhan.

Tentu juga harus dikatakan bahwa setiap kali hati seseorang berubah, dan dia tumbuh dalam kesedihan yang tulus karena dosa, Tuhan ada di sana untuk segera menyambut orang itu kembali dengan tangan terbuka. Tuhan tidak akan pernah berpaling dari seseorang yang dengan rendah hati kembali kepada-Nya dengan hati yang menyesal.

Renungkan, hari ini, pada belas kasihan Tuhan yang melimpah, tetapi juga renungkan tugas anda sendiri untuk menumbuhkan kesedihan sejati karena dosa. Lakukan bagian anda dan anda akan yakin bahwa Tuhan akan melimpahkan belas kasihan dan pengampunan-Nya kepada anda. Tidak ada dosa yang terlalu besar ketika kita memiliki hati yang rendah hati dan penuh penyesalan.

Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang Hidup, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku mengakui dosaku dan menyesalinya. Tolonglah aku, Tuhan yang terkasih, untuk terus-menerus menumbuhkan di dalam hatiku kesedihan yang lebih besar karena dosa dan kepercayaan yang lebih dalam pada Kerahiman Ilahi-Mu. Aku berterima kasih kepada-Mu atas kasih-Mu yang sempurna dan tak berkesudahan bagiku dan semua orang. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 23 Januari 2022 – Hari Minggu Biasa III

Renungan 25 Januari 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar