Fri. May 20th, 2022

Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
Yohanes 6:26-27

Kitab Suci ini langsung menuju inti dari prioritas kita dalam hidup. Untuk apa kita bekerja? Apakah kita bekerja keras untuk “makanan yang dapat binasa” dan hanya bekerja sedikit untuk “makanan yang bertahan untuk hidup yang kekal?” Atau sebaliknya?

Untuk beberapa alasan, kita dapat dengan mudah menjadi terobsesi dengan bekerja untuk “hal-hal” dunia ini. Dalam perikop di atas, orang-orang mencari Yesus karena Dia telah memberi mereka makan sehari sebelumnya dan mereka lapar lagi. Mereka mencari makanan, secara harfiah. Yesus dengan lembut menegur mereka, mengambil ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan alasan sebenarnya mereka harus mencari Dia. Alasan sebenarnya adalah bahwa Dia ingin menyediakan makanan rohani kehidupan kekal. Apa makanan yang Yesus ingin anda cari? Itu pertanyaan yang harus anda biarkan Tuhan kita menjawab di dalam hati anda.

Ada dua pertanyaan kunci yang harus kita renungkan di sini agar Dia dapat menjawab kita. Pertama, “Apa yang saya inginkan dalam hidup?” Habiskan waktu dengan itu. Habiskan waktu sendirian dan cobalah jujur ​​dengan pertanyaan ini. Apa yang kamu inginkan? Apa keinginan hatimu? Jika kita jujur ​​dan jika kita membiarkan diri kita menghadapi keinginan kita, kemungkinan besar kita akan menemukan bahwa diri kita memiliki beberapa keinginan, atau bahkan banyak, yang tidak dimasukkan ke dalam hati oleh Kristus. Mengenali keinginan-keinginan ini adalah langkah pertama untuk menemukan makanan sejati yang ingin diberikan Yesus kepada kita.

Pertanyaan kunci kedua adalah ini: “Apakah kita mencari Yesus untuk alasan yang benar?” Ketika kita sakit kita mencari dokter untuk penyembuhan. Ketika seorang anak terluka, anak ini sering berlari ke orang tua untuk menghiburnya. Ini bagus. Kita melakukan hal yang sama. Ketika kita tersesat dan bingung, kita sering berpaling kepada Tuhan untuk mendapatkan jawaban dan pertolongan. Tapi, idealnya, pada akhirnya kita akan mencari Tuhan lebih dari sekedar kesembuhan atau kenyamanan. Kita pada akhirnya akan mencari Tuhan karena alasan cinta. Kita akan mencari Dia hanya karena kita mengasihi Dia dan ingin lebih mengasihi Dia.

Renungkan, hari ini, keinginan kita untuk mencari Yesus, atau kekurangannya. Ketika kita dapat mulai mencari Yesus hanya karena mengasihi Dia dan ingin lebih mengasihi Dia, kita berada di jalan yang benar. Dan saat berjalan di jalan itu, kita menemukan itu adalah jalan yang paling menyenangkan dan memuaskan.

Yesus, bantu aku untuk mencari-Mu. Bantu diriku untuk mencariMu demi bantuan dan penyembuhan yang kubutuhkan. Tetapi lebih dari itu, bantulah aku untuk mencari-Mu karena cinta. Yesusku, aku sungguh mencintaimu. Bantu aku untuk lebih mencintai-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 01 Mei 2022 – HARI MINGGU PASKAH III

Renungan Harian Katolik 03 Mei 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.