Fri. Apr 12th, 2024

Renungan Harian Katolik 16 Desember 2022
Hari Jumat Minggu Adven III

Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
Yohanes 5:35-36

Memang benar ketika kita memiliki sesuatu yang baik, sesuatu yang kita nikmati, sesuatu yang kita syukuri, kita dengan mudah bersukacita atas hal yang baik itu. Tetapi ketika hal baik yang kita miliki digantikan oleh sesuatu yang lebih baik, kita beralih dari yang lama dan berpegang teguh pada yang baru. Pada tingkat supernatural, inilah yang terjadi ketika orang-orang beralih dari pengikut Santo Yohanes Pembaptis menjadi pengikut Yesus.

Pada awalnya, banyak orang yang senang bersukacita dalam “cahaya” Yohanes. Mereka menikmati khotbahnya dan kesaksian pribadinya serta melihat dampak dalam kehidupan mereka dari baptisan pertobatan yang dia berikan. Tetapi ketika orang-orang diarahkan kepada Yesus, menjadi pengikut-pengikut baru-Nya, mereka akan lebih bersukacita dan damai bersama Tuhan yang baru mereka temukan. Transisi awal mungkin sulit. Tetapi ketika mereka mengenal Pribadi Yesus, mereka akan sangat berterima kasih.

Perikop di atas menunjukkan prinsip spiritual ini. Bagi banyak orang, “Yohanes adalah pelita yang menyala dan bersinar,” dan para pengikutnya sangat puas dengan semua yang diberikan Yohanes kepada mereka. Tetapi Yesus menunjukkan kepada para pengikut Yohanes bahwa kesaksian-Nya jauh lebih besar.

Apakah “kesaksian” Yesus? Pertama, Dia mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya untuk dilakukan. Inilah mujizat-mujizat-Nya, khotbah-Nya dan kesaksian kebajikan pribadi-Nya yang membuat begitu banyak orang terkagum-kagum. Tetapi Yesus melanjutkan dengan mengatakan bahwa Bapa juga bersaksi atas nama-Nya. Ini berarti bahwa keagungan Yesus terutama ditemukan dalam kenyataan bahwa mereka yang bertemu dengan Dia juga bertemu dengan Bapa di Surga yang tidak mereka lihat dengan mata telanjang. Tetapi Yesus jelas bahwa ketika mereka melihat dan mendengarkan Dia, mereka juga bertemu dengan Bapa.

Satu hal yang ini beritahukan kepada kita adalah bahwa kita harus terbuka terhadap kesaksian Bapa dalam kehidupan kita. Kesaksian Bapa dicapai dengan mengizinkan jiwa kita untuk benar-benar mendengar suara Bapa berbicara kepada kita melalui perantaraan Putera. Semua yang Yesus lakukan dan katakan dalam Kitab Suci, semua rahmat yang disampaikan melalui Sakramen, dan setiap perjumpaan dengan Tuhan kita melalui doa adalah cara untuk mengenal Bapa di Surga.

Renungkan, hari ini, realitas mendalam bahwa Allah Bapa menginginkan hubungan yang mendalam dan pribadi dengan Anda. Dia ingin berbicara kepada Anda, mengungkapkan diri-Nya kepada Anda dan mendekat kepada Anda. Jangan biarkan Adven ini lewat tanpa berdoa mencari suara-Nya, biarkan Dia bersaksi kepada Anda tentang kasih dan perhatian-Nya bagi Anda. Putra Allah datang ke dunia ini agar Dia dapat menjadi satu dengan Anda. Dan melalui kesatuan itu, Dia mengungkapkan kepada Anda kasih Bapa di Surga.

Bapa yang Mahakudus di Surga, aku sangat ingin mengenal-Mu dan kasih-Mu yang sempurna dan intim bagiku. Tolong buka pikiran dan hatiku untukMu lebih penuh pada masa Adven ini sehingga aku dapat berbalik dari semua cahaya dunia ini yang memudar dan berlalu dan datang ke Cahaya Hati-Mu yang penuh kasih dan mendalam. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 15 Desember 2022

Renungan Harian Katolik 17 Desember 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7