Wed. Dec 7th, 2022

Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.
Yohanes 8:20

Kalimat pendek ini muncul di akhir Injil hari ini setelah Yesus, sekali lagi, secara langsung berhadapan dengan orang-orang Farisi. Dia menghadapi mereka, dalam situasi ini, dengan mengatakan kebenaran tentang persatuan-Nya dengan Bapa dan kuasa dan otoritas yang Dia miliki karena persatuan ini. Orang-orang Farisi berusaha untuk menghadapi dan menantang Dia tetapi Dia berbicara kebenaran kembali kepada mereka dalam bahasa yang jelas. Tanggapan mereka terhadap kata-kata Yesus tidak dicatat tetapi jelas bahwa mereka tidak tahu harus berkata apa dan jelas bahwa mereka tetap skeptis dan ingin menjebak Yesus.

Perikop yang dikutip di atas mengungkapkan kepada kita kebenaran yang mendalam bahwa baik kedengkian orang Farisi maupun orang lain pada akhirnya tidak dapat menang karena ”saatnya belum tiba”. Apa artinya ini? Berikut adalah dua kebenaran yang harus kita ambil dari baris ini.

Pertama, kedengkian tidak dapat mengalahkan kehendak Tuhan. Karena Allah Bapa tidak mengizinkan penangkapan Yesus pada waktu itu, mereka yang berniat jahat tidak berdaya untuk melakukannya. Yesus mampu berbicara dengan jelas dan terbuka, menantang orang-orang Farisi dengan kebenaran, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikannya. Meskipun kata-kata-Nya menyengat hati mereka, mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain mendengarkan dan tumbuh dalam kemarahan dan ketegangan terhadap Tuhan kita. Tetapi mereka tidak dapat menyakiti-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan pada akhirnya mengendalikan bahkan kedengkian orang lain dan hanya akan membiarkan kedengkian muncul untuk menang ketika Dia melihat beberapa tujuan yang lebih besar untuk membiarkan hal seperti itu terjadi.

Kedua, ini mengungkapkan bahwa ada “waktu” yang akan datang ketika Yesus akan diserahkan kepada manusia berdosa. Namun dalam Injil Yohanes, saat ini bukanlah saat yang memalukan bagi Yesus; melainkan, ini adalah jam kemenangan total atas dosa dan kematian. Dari sudut pandang duniawi kita tahu bahwa saat penangkapan, penganiayaan, dan Penyaliban-Nya memperlihatkan kengerian dan aib bagi Yesus di depan umum. Tampaknya seolah-olah Dia kalah dan orang-orang Farisi menang. Tetapi dari sudut pandang Allah, yang merupakan satu-satunya perspektif yang benar, Yesus menang dengan gemilang. Faktanya, Bapa pada akhirnya mengizinkan kedengkian orang-orang Farisi menjadi alat pemuliaan Yesus melalui penderitaan yang Ia tanggung pada saat ini. Dari sudut pandang ilahi, waktu-Nya tidak menjadi waktu kekalahan; sebaliknya, itu menjadi salah satu kemenangan akhir.

Renungkan, hari ini, pada saat kedatangan Yesus. Segera kita akan memasuki kemuliaan Pekan Suci dan merenungkan, sekali lagi, bahwa Bapa mengizinkan Yesus masuk ke dalam penderitaan dan kematian paling kejam yang dapat dibayangkan. Kita akan dihadapkan dengan skandal penangkapan-Nya yang nyata dan ilusi kemenangan para pemimpin jahat saat itu. Tetapi kemenangan mereka hanyalah ilusi karena kehendak Bapa memiliki maksud lain. Mulailah mempersiapkan perayaan tahunan waktu Yesus ini dan masuklah ke dalamnya dengan penuh keyakinan dan iman.

Tuhanku yang mulia, aku memuliakan-Mu karena hikmat dan kuasa-Mu dan bersukacita dalam kehendak sempurna Bapa di Surga. Bapa mengutusMu dalam misi penebusan dan keselamatan dan mengizinkan Engkau untuk akhirnya menderita dan mati. Tetapi melalui penderitaan ini Dia membawa kemenangan akhir atas kematian dan semua kejahatan. Beri aku keyakinan untuk mengetahui dan mempercayai kebenaran ini dengan sepenuh hatiku. Berkatilah Pekan Suci yang akan datang ini, Tuhan yang terkasih, dan izinkan aku bersukacita dalam kemenangan-Mu yang mulia. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 03 April 2022 – HARI MINGGU PRAPASKAH V

Renungan 05 April 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.