Renungan 13 April 2022

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”
Matius 26:24-25

Apakah Yudas menyangkal? Apakah dia benar-benar berpikir bahwa dia bukanlah orang yang akan mengkhianati Yesus? Kita tidak tahu secara pasti apa yang ada dalam pikiran Yudas, tetapi satu hal yang jelas…dia memang mengkhianati Yesus. Dan tampak dari kata-katanya bahwa dia tidak melihat tindakannya sebagai pengkhianatan dan, oleh karena itu, dia dalam penyangkalan yang mendalam.

Penolakan, jika ditulis sebagai akronim, bisa berarti bahwa saya “bahkan tidak tahu bahwa saya berbohong.” Mungkin Yudas begitu tenggelam dalam dosanya sendiri sehingga dia bahkan tidak bisa mengakui pada dirinya sendiri, apalagi kepada orang lain, bahwa dia berbohong dan bersiap untuk mengkhianati Yesus demi uang. Ini adalah pemikiran yang menakutkan.

Menakutkan karena mengungkapkan salah satu efek dari dosa yang terus-menerus. Dosa yang terus-menerus membuat dosa lebih mudah. Dan akhirnya, ketika seseorang bertahan dalam dosa yang sama, dosa itu dengan mudah dirasionalisasi, dibenarkan dan ditolak sama sekali sebagai dosa. Ketika seseorang terjebak dalam pusaran dosa terus-menerus ini, sulit untuk keluar. Dan seringkali satu-satunya cara untuk bertahan dari ketegangan psikologis adalah dengan tetap menyangkal.

Ini adalah pelajaran penting bagi kita di Pekan Suci ini. Dosa tidak pernah menyenangkan untuk dilihat dan membutuhkan keberanian besar untuk mengakuinya. Tetapi bayangkan jika Yudas benar-benar mengakui apa yang akan dia lakukan. Bayangkan jika dia akan mogok di depan Yesus dan para Rasul lainnya dan mengatakan kepada mereka seluruh kebenaran. Mungkin tindakan jujur ​​itu akan menyelamatkan hidupnya dan jiwanya yang abadi. Akan menyakitkan dan memalukan baginya untuk melakukannya, tetapi itu akan menjadi hal yang benar untuk dilakukan.

Hal yang sama berlaku untuk anda. Mungkin anda tidak berada pada titik di mana dosa anda membawa anda ke pengkhianatan langsung terhadap Yesus, tetapi setiap orang dapat menemukan beberapa pola dosa dalam kehidupan mereka di Pekan Suci ini. Anda harus berusaha untuk menemukan, dengan bantuan Tuhan, beberapa pola atau kebiasaan yang telah anda bentuk. Betapa hebatnya penemuan ini jika anda kemudian dapat menghadapi dosa ini dengan kejujuran dan keberanian. Ini akan memungkinkan anda untuk melepaskan sedikit penyangkalan tentang dosa dan memungkinkan anda untuk menaklukkan dosa itu kemudian menemukan kebebasan yang Tuhan ingin anda alami!

Renungkan, hari ini, pada Yudas yang berkata kepada Yesus, “Tentunya bukan aku, ya Rabi?” Pernyataan sedih dari Yudas ini pasti sangat melukai Hati Tuhan kita saat Dia menyaksikan penyangkalan Yudas. Renungkan juga, pada banyak kali anda menyangkal dosa anda, gagal untuk sungguh-sungguh bertobat. Jadikan Pekan Suci ini sebagai waktu untuk kejujuran dan integritas. Belas kasihan Tuhan begitu dalam dan murni sehingga, jika anda mau memahaminya, anda tidak perlu tinggal dalam penyangkalan atas dosa.

Tuhanku yang pengasih, tolonglah aku di Pekan Suci ini untuk memiliki keberanian yang aku butuhkan untuk menghadapi dosa dan kelemahanku. Aku orang berdosa, Tuhan yang terkasih, tetapi mungkin sangat sulit bagiku untuk mengakuinya. Semoga aku mempercayakan dosaku kepada-Mu sehingga diriku dapat dibebaskan dan menerima, sebagai gantinya, rahmat-Mu yang berlimpah. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 12 April 2022

Renungan 14 April 2022 – HARI KAMIS PUTIH


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar