Sun. May 22nd, 2022

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Lukas 1:34-38

Sebagaimana kita diberi teladan Zakharia kemarin, demikian pula hari ini kita diberi kesaksian Bunda Maria kita yang terberkati. Dan kesaksiannya adalah salah satu dari iman yang sempurna!

Apa tanggapannya? “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ungkapan “YA” yang luar biasa untuk Tuhan!

Satu hal yang kita lihat dalam kata-kata ini adalah bahwa Bunda Maria menawarkan persetujuan penuhnya untuk sesuatu yang dia tidak mengerti. Malaikat Agung memberikan penjelasan singkat kepadanya, tetapi jika anda dengan jujur ​​menganalisis situasi ini, apa yang dikatakan malaikat itu di luar keyakinan bagi kebanyakan orang. Juga adil untuk menyimpulkan bahwa penjelasan penghulu malaikat bukanlah yang meyakinkan Bunda Maria. Dia tidak mendengarkan kata-kata ini, menganalisisnya, mempertimbangkan seberapa besar kemungkinannya atau tidak, dan kemudian memutuskan apakah dia akan percaya. Tidak, dia mendengarkan, merenungkan, dan kemudian segera menyetujui kata-kata yang diucapkan. “Jadilah padaku menurut perkataanmu” katanya. Dia tidak berkata, “Biarkan itu terjadi padaku sejauh aku mengerti apa yang kamu maksud.” Iman Bunda Terberkati kita adalah iman yang mengetahui kebenaran tanpa harus memahaminya sepenuhnya.

Renungkan, hari ini, atas pengetahuan anda sendiri tentang kebenaran. Apakah anda dapat menyetujui kehendak Tuhan dan kebenaran Tuhan tanpa sepenuhnya memahaminya? Apakah anda mempercayai Tuhan lebih dari anda mempercayai akal manusia anda sendiri? Apakah anda bersedia untuk bergerak maju dalam hidup dengan iman daripada oleh akal manusia anda yang terbatas saja? Berusahalah untuk meniru pengetahuan iman murni dari Bunda kita yang Terberkati. Dia tahu yang sebenarnya karena itu diucapkan di dalam hatinya. Dan saat dia mendengarkan, dia menyetujui dan memeluk kehendak suci Tuhan. Kita harus melakukan hal yang sama.

Tuhan, aku ingin mempercayai-Mu dengan segenap pikiran, hati, jiwa dan kekuatanku. Bantu aku untuk selalu mendengar Engkau berbicara dan untuk menanggapi dengan penuh keyakinan dan kemurahan hati. Tuhan, semoga aku meneladani sempurna iman ibu-Mu dengan selalu berdoa bersamanya, ‘jadilah padaku menurut perkataan-Mu.’ Bunda Maria, doakanlah kami. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 19 Desember 2021 – HARI MINGGU ADVEN IV

Renungan 21 Desember 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.