Fri. Dec 2nd, 2022
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 07 November 2022
Hari Senin Minggu Biasa XXXII

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
Lukas 17:3-4

Pengampunan penuh kadang-kadang bisa sangat sulit. Hal ini terutama terjadi ketika orang yang sama berdosa terhadap kita “tujuh kali dalam satu hari” seperti yang Yesus katakan.

Tetapi kata-kata Yesus harus diperhatikan. Dia tidak idealis; sebaliknya, Dia bersikap sangat realistis. Pengampunan harus diberikan, berulang-ulang. Kita tidak boleh ragu-ragu dalam mempersembahkannya, terutama kepada mereka yang sungguh-sungguh bertobat.

Salah satu hal pertama yang harus kita perhatikan dari perikop ini adalah bahwa ketika seseorang berbuat dosa terhadap kita, kita harus menegurnya. Teguran itu bukan untuk menjadi tindakan yang berfokus pada balas dendam; sebaliknya, itu harus dilakukan untuk mengundang pertobatan. Ini adalah satu-satunya alasan untuk teguran kepada orang lain. Jika kita memiliki perasaan bahwa seseorang yang berdosa terhadap kita mungkin terbuka untuk berubah, maka kita harus menawarkan teguran kasih kepada mereka. Dan ketika mereka menerimanya dan meminta pengampunan kita, kita harus memberikannya.

Tetapi, seperti yang telah disebutkan, hal ini terutama dapat menjadi sulit ketika dosa dilakukan berulang-ulang. Itu bisa membuat lelah dan putus asa. Dan ketika dosa dilakukan berulang kali, mudah untuk menjadi skeptis tentang kesedihan otentik dari orang yang mencari pengampunan.

Tapi semua itu tidak perlu menjadi perhatian kita. Satu-satunya perhatian kita seharusnya adalah mendengar kata-kata “Maaf.” Ini adalah perintah Yesus. Ketika seseorang mengucapkan kata-kata ini, kita harus memaafkan dan segera melakukannya.

Kitab Suci ini juga mengungkapkan kepada kita pentingnya mengungkapkan kesedihan kita kepada mereka yang kita sakiti. Berbahaya untuk hanya menganggap bahwa orang lain akan memaafkan. Ada kekuatan besar dalam mengatakan kepada orang lain, “Maafkan saya, saya minta maaf atas kesalahan saya.”
Meskipun kata-kata ini mungkin sulit untuk diucapkan, itu adalah kata-kata penyembuhan yang luar biasa.

Renungkan, hari ini, atas tindakan meminta pengampunan dan menawarkannya kepada orang lain. Kita semua diberi banyak kesempatan setiap hari untuk memaafkan dan mencari pengampunan. Jangan ragu dalam melakukannya dan kita akan bersyukur telah melakukannya.

Tuhan, diriku benar-benar menyesal atas banyak dosa yang telah kulakukan terhadap-Mu. Mohon maafkan aku. Ketika aku keras kepala, tolong beri diriku teguran cinta. Ketika aku perlu meminta maaf kepada orang lain, tolong beri diriku keberanian untuk melakukannya. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 06 November 2022 – Hari Minggu Biasa XXXII

Renungan Harian Katolik 08 November 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7