Fri. Dec 2nd, 2022
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik, Senin 15 Agustus 2022
Hari Senin Minggu Biasa XX

HARI RAYA ST PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Lukas 1:46-49

Ini, baris pembuka dari lagu pujian mulia Bunda Terberkati kita, mengungkapkan siapa dia. Dia adalah salah satu yang seluruh hidupnya menyatakan kebesaran Tuhan dan bersukacita terus-menerus. Dia adalah salah satu kesempurnaan kerendahan hati dan, oleh karena itu, sangat dimuliakan oleh setiap generasi. Dia adalah orang yang untuknya Tuhan telah melakukan hal-hal besar dan orang yang telah Tuhan tutupi dalam kekudusan.

Hari Raya yang kita rayakan hari ini, yaitu Kenaikannya ke Surga, menunjuk pada pengakuan Tuhan atas kebesarannya. Tuhan tidak mengijinkan dia untuk merasakan kematian atau konsekuensi dari dosa. Dia Tak Bernoda, sempurna dalam segala hal, dari saat dia dikandung hingga saat dia dibawa ke surga dengan jiwa dan raga untuk memerintah sebagai Ratu untuk selama-lamanya.

Sifat Tak Bernoda dari Bunda Terberkati kita mungkin sulit dipahami oleh sebagian orang. Itu karena hidupnya adalah salah satu misteri terbesar dari iman kita. Sangat sedikit yang dikatakan tentang dia dalam Kitab Suci, tetapi banyak yang akan dikatakan tentang dia untuk selama-lamanya karena kerendahan hatinya terbuka dan kebesarannya bersinar untuk dilihat semua orang.

Bunda Maria Tak Bernoda, artinya tanpa dosa, karena dua alasan. Pertama, Allah melindunginya dari dosa asal pada saat dia dikandung dengan rahmat khusus. Kita menyebutnya sebagai “kasih karunia yang memelihara.” Seperti Adam dan Hawa, dia dikandung tanpa dosa. Tapi tidak seperti Adam dan Hawa, dia dikandung dalam urutan anugerah. Dia dikandung sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh kasih karunia, oleh Putranya yang suatu hari akan dia bawa ke dunia. Rahmat yang akan dicurahkan Putranya suatu hari ke dunia melampaui waktu dan menutupinya pada saat dia dikandung.

Alasan kedua Bunda Maria Tak Bernoda adalah karena, tidak seperti Adam dan Hawa, dia tidak pernah memilih untuk berbuat dosa sepanjang hidupnya. Karena itu, ia menjadi Hawa baru, Bunda baru dari semua yang Hidup, Bunda baru dari semua yang hidup dalam rahmat Putranya. Sebagai hasil dari sifat tak bernoda ini dan pilihan bebasnya yang terus-menerus untuk hidup dalam kasih karunia, Tuhan membawa tubuh dan jiwanya ke Surga setelah menyelesaikan kehidupan duniawinya. Fakta mulia dan khusyuk inilah yang kita rayakan hari ini.

Renungkan, hari ini, atas pengertianmu tentang Bunda kita yang Terberkati. Apakah kita mengenalnya, memahami perannya dalam hidup kita dan terus mencari perawatan keibuannya? Dia adalah ibumu jika kamu memilih untuk hidup dalam kasih karunia Putranya. Rangkullah fakta itu lebih dalam hari ini dan pilih untuk menjadikannya bagian yang lebih penting dalam hidup kita. Yesus akan memberkati kita melakukannya!

Tuhan, bantu aku untuk mencintai ibumu dengan cinta yang sama seperti yang Engkau miliki untuknya. Sebagaimana Engkau dipercayakan dalam pemeliharaannya, demikian pula aku ingin dipercayakan kepada pemeliharaannya. Maria, Bunda dan Ratuku, doakan aku karena aku meminta bantuanmu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 14 Agustus 2022 – HARI MINGGU BIASA XX

Renungan Harian Katolik 16 Agustus 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7