Tue. Jun 28th, 2022

Renungan Harian Minggu, 29 Mei 2022 -Hari Minggu Paskah VII

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
Lukas 24:46-49

Dan dengan itu, misi duniawi Yesus selesai dan Dia naik ke Surga. Atau apakah itu? Apakah misi-Nya selesai? Ya, tetapi hanya dalam arti bahwa pekerjaan Tuhan kita untuk menghancurkan kematian dan menawarkan hidup baru diselesaikan melalui hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya. Sifat manusia sekarang diundang untuk berbagi dalam kehidupan baru yang penuh rahmat.

Dengan penuh doa bayangkan berdiri di atas gunung menyaksikan Kenaikan Tuhan kita. Saat kita memandang kepada-Nya, bayangkan kita juga hadir bersama-Nya selama pelayanan publik-Nya. Bayangkan menyaksikan banyak mukjizat-Nya, cara Dia mempertobatkan hati yang paling keras, otoritas yang Dia gunakan untuk berbicara, penangkapan-Nya, penyiksaan, kematian dan kemudian Kebangkitan-Nya. Bayangkan melihat tangan dan kaki-Nya, yang dulu ditusuk, sekarang memancarkan kemuliaan dari luka-luka itu. Saat kita melihat Tuhan kita dengan cara ini, bayangkan Dia melihat kita dengan cinta dan berkata kepada kita bahwa Dia telah memilih untuk mengirim kita ke dunia untuk menjadi saksi bagi-Nya dan untuk semua yang telah kita lihat dan temui. Kita harus pergi membagikan Kabar Baik tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya dengan semua orang yang berhubungan dengan kita.

Pertama, Tuhan kita memang telah berbagi seluruh hidup-Nya dengan kita. Dengan membaca Injil, kita menjadi saksi langsung atas semua yang Yesus lakukan dan selesaikan. Firman-Nya hidup, dan itu mengungkapkan Pribadi-Nya kepada kita, sama seperti yang terjadi pada para pengikut-Nya yang pertama. Kedua, Yesus memang memanggil kita untuk pergi dan membagikan Injil yang hidup ini kepada dunia. Oleh karena itu, penting untuk merenungkan bagaimana kita dapat melakukan hal seperti itu. Bagaimana kita dapat memberikan kesaksian tentang Kebangkitan Kristus? Bagaimana kita bisa mengubah hidup? Bagaimana kita dapat melanjutkan misi Yesus sendiri?

Janji yang diberikan oleh Tuhan kita kepada para murid pada waktu KenaikanNya ke Surga juga merupakan janji yang diberikan kepada kita. Dia berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus ke atas kita untuk memberi kita “kuasa dari tempat tinggi.” Hanya dengan menerima kekuatan itu dan menggunakannya sepenuhnya, kita akan dapat menyelesaikan misi yang telah diberikan Tuhan kita. Karena itu, maukah kita membuka diri kepada Roh Kudus dan berkomitmen pada kelanjutan misi Kristus?

Jika kita benar-benar memahami misi yang telah kita terima dari Yesus, itu akan memenuhi kita dengan ketakutan yang kudus. Tetapi terlalu sering realisasi dari apa yang Tuhan inginkan dari kita malah mengisi kita dengan ketakutan yang tidak suci. Kita berpikir tentang menginjili orang lain, membagikan iman kita, bersaksi tentang kebenaran melalui tindakan kita, mencintai musuh kita dan hidup untuk Injil saja, dan itu bisa tampak luar biasa. Jika demikian halnya dengan kita, ketahuilah bahwa bentuk ketakutan yang tidak suci ini dapat dihilangkan sehingga karunia ketakutan yang suci dapat menggantikannya. Rasa takut yang suci adalah karunia Roh Kudus yang mengilhami kita untuk merasakan kedahsyatan Tuhan dan misi yang diberikan kepada kita dengan menghadapinya secara langsung. Itu memotivasi kita, mendorong kita dan membuat kita heran dan kagum. Dari sana, karunia ini dan setiap karunia Roh Kudus lainnya memampukan kita untuk menggenapi misi Kristus yang tak berkesudahan.

Renungkan, hari ini, pada misi khusus yang telah Tuhan berikan kepada kita. Dengan penuh doa pandanglah Yesus saat Dia berdiri di atas gunung dan menatap kita. Saat Dia melakukannya, biarkan Dia mengungkapkan kepada kita tidak hanya Pribadi-Nya, tetapi juga bagian khusus kita dalam misi berkelanjutan-Nya untuk membagikan Kabar Baik ke ujung bumi. Terima misi itu dengan keberanian, kegembiraan dan ketakutan suci. Hormati, nikmati, renungkan, dan terima. Komit diri kita untuk berbagi mulia dalam kehidupan Kristus dengan berkomitmen untuk menjadi saksi Kristus sampai akhir hidup kita di bumi.

Tuhanku yang telah naik ke Surga, saat Engkau memasuki tubuh dan jiwa ke dalam hadirat penuh dan mulia dari Bapa-Mu, Engkau menyerahkan tugas kepada murid-murid-Mu untuk menyelesaikan misi-Mu di bumi. Aku mendengar panggilanMu dalam hidupku, Tuhan terkasih, dan berkomitmen pada tugas mulia untuk melanjutkan misi itu di bumi. Tolong gunakan aku seperti yang Engkau kehendaki dan penuhi diriku dengan kekuatan dari tempat tinggi sehingga aku dapat membantu membagikan Firman-Mu yang menyelamatkan sampai ke ujung bumi. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 28 Mei 2022

Renungan Harian Katolik 30 Mei 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7