Wed. Nov 30th, 2022

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Markus 7:34-35

Seberapa sering anda mendengar Yesus mengatakan ini kepada anda? “Efata! Terbukalah!” Atau seberapa sering anda mendengar Dia berbicara kepada anda dengan otoritas seperti itu?

Apakah Yesus mengatakan ini hanya karena orang ini tuli secara fisik dan Yesus ingin menyembuhkannya secara fisik? Atau ada makna yang lebih dalam? Dengan menyembuhkan orang ini yang tidak dapat mendengar suara fisik, Yesus mengungkapkan sesuatu kepada kita tentang apa yang ingin Dia lakukan untuk kita. Yesus memberi kita pesan yang jelas dan lebih dalam akan penyembuhan ini. Tentu banyak pesan yang bisa kita ambil dari perikop ini.

Pesannya ada dalam perintah Yesus: “Terbukalah!” Ini adalah kata-kata yang kuat yang memerintahkan tindakan. Itu bukan kata-kata opsional. Itu sangat jelas dan definitif. “Terbukalah” bukanlah pertanyaan, bukan ajakan, melainkan perintah. Ini signifikan!

Kata pendek ini mengungkapkan fakta bahwa Yesus telah memutuskan untuk bertindak. Mereka mengungkapkan bahwa Dia tidak ragu-ragu sedikit pun dalam pilihan ini. Dia telah mengambil keputusan dan telah mengucapkan kehendak-Nya. Dan tindakan ini, di pihak-Nya, adalah yang membuat perbedaan. Kata-kata ini mengungkapkan bahwa Tuhan tidak ragu-ragu ketika Dia berbicara. Dia tidak malu atau ragu-ragu. Dia mutlak dan jelas.

Pemahaman ini seharusnya memberi kita penghiburan yang besar. Penghiburan dalam arti bahwa Yesus siap dan mau menjalankan otoritas-Nya yang maha kuasa. Dia memang memiliki segala kuasa dan Dia tidak takut untuk menggunakan otoritas ini ketika Dia menginginkannya. Yang terpenting, Dia ingin menggunakan otoritas-Nya ketika itu akan membawa kebaikan terbesar dalam hidup kita.

Itu seharusnya memberi kita penghiburan yang besar dalam arti bahwa kita dapat percaya bahwa Tuhan yang mahakuasa ini sungguh berkuasa dan memegang kendali. Jika Dia bahkan mengendalikan dunia alami (pendengaran fisik), maka Dia pasti mengendalikan dunia spiritual juga. Dia mampu melakukan semua hal dengan baik.

Ketika kita mendapati bahwa kita berada di hadapan seseorang yang tidak hanya maha kuasa, tetapi juga maha pengasih dan maha penyayang, kita seharusnya bisa bernapas lega dan menyerahkan kepercayaan mutlak kita kepada-Nya. Dia mampu dan sepenuhnya bersedia untuk memegang kendali.

Renungkan, hari ini, atas kata-kata kecil ini. Biarkan otoritas suci dan Ilahi Yesus mengambil kendali atas hidup anda. Biarkan Dia memerintahkan anda. Perintah-Nya adalah kasih dan belas kasihan yang sempurna. Itu adalah kata-kata yang akan mengarahkan anda pada kebaikan yang paling utama. Dan Tuhan yang Mahakuasa ini layak untuk semua kepercayaan anda.

Tuhan Yang Mahakuasa, aku percaya kepada-Mu dan aku tahu bahwa Engkau dapat melakukan segala sesuatu. Aku tahu bahwa Engkau ingin memiliki otoritas yang sempurna dalam hidupku. Bantu aku untuk menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada-Mu dan mempercayai-Mu untuk mengarahkan dan memerintahkan setiap tindakan hidupku. Yesus, aku sepenuhnya percaya kepada-Mu!
Amin


Renungan 10 Februari 2022 Renungan 12 Februari 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.