Thu. May 19th, 2022

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Yohanes 13:31

Penting untuk mengetahui akhir cerita. Yesus mengetahui akhirnya ketika Dia mengucapkan kata-kata ini kepada para Rasul pada Perjamuan Terakhir tepat setelah Yudas pergi dan mengkhianati-Nya. Penting untuk menempatkan situasi ini dalam konteks yang dipahami Yesus. Dari sudut pandang manusia yang murni, salah satu teman terdekat Yesus akan mengkhianati-Nya demi uang. Bagi sebagian besar dari kita, ini akan sangat menghancurkan dan menyebabkan kemarahan dan luka. Tetapi karena Yesus mengetahui akhir cerita, Dia dapat melihat pengkhianatan Yudas sebagai sarana untuk memuliakan-Nya, bukan kekalahan-Nya. Dia mengarahkan pandangan-Nya ke Surga dan semua yang akan Dia capai melalui penderitaan-Nya daripada melihat rasa sakit langsung yang akan segera Dia tanggung.

Ini adalah pelajaran yang kuat bagi kita semua. Pertama, penting bagi kita untuk melihat pemuliaan Yesus melalui pengkhianatan, penderitaan dan kematian-Nya. Tetapi kita juga harus berusaha untuk melihat potensi yang dimiliki oleh penderitaan kita sendiri ketika bersatu dengan Juruselamat Dunia.

Bagaimana reaksi anda ketika orang lain berbuat dosa terhadap anda? Bagaimana reaksi anda terhadap Yudas yang mengkhianati cinta anda? Ini adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dihadapi dalam kejujuran dan bahkan lebih sulit lagi untuk menghayati jawaban yang Yesus jalani. Yang benar adalah bahwa setiap kali kita dianiaya oleh orang lain, kita diberi kesempatan untuk memuliakan Tuhan dan memajukan Kerajaan Surga dengan mengampuni, menyatukan penderitaan kita dengan penderitaan Kristus, dan menawarkan belas kasihan.

Renungkan, hari ini, pada perikop Injil ini. Tataplah Yudas yang meninggalkan Perjamuan Terakhir dan keluar di malam hari untuk mengkhianati Tuhan kita. Tetapi lihatlah dalam cara Yesus melihatnya. Lihatlah dengan pengertian bahwa ini adalah cara yang dipilih oleh Bapa untuk membawa keselamatan ke dunia. Renungkan juga, pada setiap kesempatan yang diberikan kepada anda untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan. Cobalah untuk menjadi konkret dan spesifik dan lihat setiap penderitaan yang anda alami sebagai kesempatan mulia untuk menyalurkan belas kasihan Tuhan. Meskipun ini mungkin sulit pada awalnya, tindakan kasih inilah yang akan memberikan kemuliaan besar bagi Bapa di Surga!

Tuhanku terkasih, Engkau dikhianati oleh ciuman salah satu sahabat terdekat-Mu. Tetapi dalam kebijaksanaan-Mu yang sempurna, Engkau melihat pengkhianatan ini sebagai kesempatan yang sempurna untuk memuliakan Bapa melalui belas kasihan dan pengampunan-Mu. Tuhan, aku juga telah mengkhianati-Mu berkali-kali. Untuk itu diriku memohon maaf. Tetapi aku berterima kasih kepada-Mu karena mengasihi aku dan mengampuni aku dengan Hati-Mu yang penuh belas kasihan. Bantu diriku untuk menerima belas kasihan itu dan untuk menawarkannya kepada orang lain yang telah berdosa terhadapku. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 14 Mei 2022

Renungan Harian Katolik 16 Mei 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.